BAB I
PEMBHASAN
A.
Adab-adab dalam membaca al-qur’an
Sebagaimana kita ketahui salah satu hal yang nanti akan menaungi
kita dihari kiamat adalah bacaan al-qur’an kita, semakin banyak ayat al-qur’an yang
kita baca semakin kuat juga naungannya nanti kelak dihari kiamat, insya Alloh.
Al-qur’an adalah kitab suci agama islam dan merupakan wahyu dari
sang maha pencipta alloh SWT. Didalam membaca al-qur’an terdapat adab-adab
tersendiri bagi yang membacanya, adab-adab tersebut sudah diatur dengan sebaik
mungkin sebagai tanda penghormatan dan keagungan dari Al-qur’an, setiap manusia
harus memiliki pedoman hidupbeserta pegangannya yaitu kepada Al-qur’an.Ketika
membaca al-qur’an maka secara tidak langsung hati, jiwa dan batin akan saling
berhubungan. Ketika ayat-ayat al-qur’an diperdengakan maka hati akan tenang dan
tentram
Didalam al-qur’an tentu harus memiliki adab, jangan sampai
asal-asalan dalam membaca al-qur’an .Adap-adap dalam membaca al-qur’an tersebut
meliputi
1.
Membersihkan mulut dengan bersiwak sebelum membaca al-qur’an.
2.
Disunahkan berwudhu terlebih dahulu.
3.
Membaca al-qur’an ditempat yang bersih seperti masjid, dsb
4.
Menghadap kiblat.
5.
Membaca ta’awudz ( A’udzubillahi minas-syaithonirojiim ) ketika
membaca al-qur’an.
Firman alloh
ta’ala : (apabila engkau membaca al-qur’an maka mohonlah perlindungan alloh
dari godaan setan yang terkutuk.
6.
Membaca basmallah (bismillahirrahmaanirrahiim) dipermulaan tiap
surat kecuali surat ataubah.
7.
Khusyu’dan teliti pada setiap ayat yang dibaca.
Firman alloh
ta’ala : apakah mereka tidak memperhatikan al-qur’an ataukah hati mereka
terkunci ) (surah muhammad: ayat 24)
Firman alloh
ta’ala : (ini adalah sebuah kitabyang kami turunkan kepadamu penuh dengan
keberkahan supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya...) (surat shaad: ayat 29)
8.
Memperindah, melagukan dan memerduan suara dalam membaca al-qur’an.
Firman alloh
ta’ala: (....dan bacalah al-qur’an itu dengan perlahan-lahan) surah Al muzamil:
ayat 4)
Dari abu
hurairoh ra. Juga,bahw beliau berkata; aku mendengar rosululloh saw. Berabda. “
Alloh tidak mengizinkan sesuatu seperti yang Dia izinkan kepada seorang nabi
yang bagus suaranya, dimana beliau melagukan Al-qur’an dengan keras.”(riwayat
Bukhori dan muslim)
9.
Pelan dan tidak tergesa-gesa dalam membaca Al-qura’an.
Dari abi wail
dari abdulloh berkata: pada waktu pagi kami pergi kepada abdullah, dia berkata;
seseorang telah berkarta: “aku telah membaca satu mufasshal (seperempat
al-qur’an) tadi malam”, Abdullah berkata:secepat itukah seperti orang membaca
syair?, sesungguhnya aku mendengar bacaan dan aku menghafal beberapa pasang
ayat yangdibaca Rasulullahsaw. Yaitu sebanyk delapan belas dari mufasshal dan
ada dua dari alif laam haa miim.” (riwayat bukhori)
10.
Memperhatikan bacaan (yang panjang dan yang pendek dipendekkan).
Dari Qatadah
ra. Berkata ; aku bertanya kepada anas bin malik ra. Tentang bacaan
rasulullahsaw. Anas menjawab: beliau memanjangkan yang panjang (mad).” Pada
riwayat lain : anas membaca ‘bismillahirrahmaanirrahim’ dia memanjangkan
‘bismillaah’, dan memanjangkan ‘ar-rahmaan’ dan memanjangkan ‘ar-rahim’ dari
umu salamah ra. Bahwa dia menggambarkan bacaan rasulullah saw. Seperti membaca
sambil menafsirkan ; satu huruf, satu huruf.(riwayat abu daud, tirmizi,
nasai’e. Tirmizi berkata: hadis ini hasan sahih)
11.
Berhenti untuk berdoa ketika membaca ayat rahmat dan ayat azab.
Dari huzalfah
ra. Ia berkata; pada suatu malam aku salat bersama nabi muhamad saw., beliau
membaca surat al baqarah kemudian An Nisaa’ kemudian ali’imron. Beliau membaca
perlahan-lahan, apabila sampai pada ayat tsbih beliau bertasbih, dan apabila
sampai pda ayat ermohonaan beliau memohon, dan apabila sampai pada ayat
te’awudz (mohon perlindungan) beliau mohon perlindungan. (riwayat muslim)
12.
Menangis, sedih dan terharu ketika membaca al-qur’an.
Allah
berfirman: (dan apbila mereka mendengar apa yang diturunkan kepada
rasul(muhamad), kamu lihat mata merka mencucurkan air mata disebabkan
(Al-qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya
berkata,”ya tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama
orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-qur’an dan kenabian muhamad
saw.) (surah al maidah: ayat 83)
Alloh ta’ala
berfirman: katakanlah ,”berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama
saja bagi alloh). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya
apabila Al qur’an dibacakan kepada merek mensyukur sambil bersujud), dan mereka
berkata: maha suci tuhan kami , sesungguhnya janji tuhan kamipasti dipenuhi,
dan mereka menyukuri sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk) ( surah Al
Israa’: ayat 107-109)
13.
Sujud tilawah, bila bertemu ayat sajdah.
Disahkan dari
umar ra. Bahwa ia membaca surat An Nahl diatas mimbar pada hari jumat sampai
ketika membaca ayat sujud beliau turun dan bersujud, begitu jug orang-orang
yang lain ikut sujud bersama beliau. Dan ketika datang jum’at berikutnya ia
membaca surah berikutnya dan ketika sampai pada ayat sujud ia berkata,” wahai
kalian manusia, sesungguhnya kita melalui ayat sujud barang siapa yang sujud,
maka ia telah mendapat pahala, dan barang siapa yang tidak sujud, maka tidak
dosa baginya.” Dan umar ra tidak sujud. (riwayat bukhori)
14.
Suara tidak terlalu keras dan tidak terlalu palan.
Allah
berfirman: (....dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan
janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah diantara keduanya)
(surah Al isra’: ayat 110)
Dari ‘qbah bin
amir ra. Berkata: aku mendengar rosululloh saw bersabda” orang yang membac
al-qur’an dengan suara keras separti orang yang bersedekah terng-terangan dan
orang yang membaca Al-quran secara perlahan separti orang yang sedang
bersedekah secara sembunyi- sembunyi. (riwayat abu daud dan tirmizi dan an
nasai) tirmizi berkata: hadis ini hasan)
15.
Menghindari tawa, canda dan bicara saat membaca. Allah berfirman:
dan apabila dibaca kan al-qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan
perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. (surat Al A’raaf ayat
204
16.
Apbila al-qur’an sudah dibacakan dengan dengan bacaan (qiraat)
tertentu, maka etisnya supaya mengikuti bacaan tersebut selama masih dalam satu
majlis.
17.
Memperbanyak membaca Al-qur’an dan menghatamkannya.
Dari abdullah
bin Amr berkata: rosululloh saw. Bersabda, “bacalah al-qur’an dalam waktu stu
bulan” aku menjawab “saya mampu” rosululloh saw bersabda”bacalah ia dalam waktu
sepuluh hari “ aku menjawab “saya mampu” rosululloh saw bersabda lagi “ bacalah
ia dalam waktu tujuh hari dan jangan lebih dari itu. ( riwayat bukhori dan
muslim).
Daftar pustaka
Hadis riwayat.blogspot.comSantrigaul.net
Tidak ada komentar:
Posting Komentar