Senin, 03 Oktober 2016




BAB I
PEMBHASAN

A.    Adab-adab dalam membaca al-qur’an

Sebagaimana kita ketahui salah satu hal yang nanti akan menaungi kita dihari kiamat adalah bacaan al-qur’an kita, semakin banyak ayat al-qur’an yang kita baca semakin kuat juga naungannya nanti kelak dihari kiamat, insya Alloh.
                Al-qur’an adalah kitab suci agama islam dan merupakan wahyu dari sang maha pencipta alloh SWT. Didalam membaca al-qur’an terdapat adab-adab tersendiri bagi yang membacanya, adab-adab tersebut sudah diatur dengan sebaik mungkin sebagai tanda penghormatan dan keagungan dari Al-qur’an, setiap manusia harus memiliki pedoman hidupbeserta pegangannya yaitu kepada Al-qur’an.Ketika membaca al-qur’an maka secara tidak langsung hati, jiwa dan batin akan saling berhubungan. Ketika ayat-ayat al-qur’an diperdengakan maka hati akan tenang dan tentram

Didalam al-qur’an tentu harus memiliki adab, jangan sampai asal-asalan dalam membaca al-qur’an .Adap-adap dalam membaca al-qur’an tersebut meliputi
1.      Membersihkan mulut dengan bersiwak sebelum membaca al-qur’an.
2.      Disunahkan berwudhu terlebih dahulu.
3.      Membaca al-qur’an ditempat yang bersih seperti masjid, dsb
4.      Menghadap kiblat.
5.      Membaca ta’awudz ( A’udzubillahi minas-syaithonirojiim ) ketika membaca al-qur’an.
Firman alloh ta’ala : (apabila engkau membaca al-qur’an maka mohonlah perlindungan alloh dari godaan setan yang terkutuk.
6.      Membaca basmallah (bismillahirrahmaanirrahiim) dipermulaan tiap surat kecuali surat ataubah.
7.      Khusyu’dan teliti pada setiap ayat yang dibaca.
Firman alloh ta’ala : apakah mereka tidak memperhatikan al-qur’an ataukah hati mereka terkunci ) (surah muhammad: ayat 24)
Firman alloh ta’ala : (ini adalah sebuah kitabyang kami turunkan kepadamu penuh dengan keberkahan supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya...) (surat shaad: ayat 29)
8.      Memperindah, melagukan dan memerduan suara dalam membaca al-qur’an.
Firman alloh ta’ala: (....dan bacalah al-qur’an itu dengan perlahan-lahan) surah Al muzamil: ayat 4)
Dari abu hurairoh ra. Juga,bahw beliau berkata; aku mendengar rosululloh saw. Berabda. “ Alloh tidak mengizinkan sesuatu seperti yang Dia izinkan kepada seorang nabi yang bagus suaranya, dimana beliau melagukan Al-qur’an dengan keras.”(riwayat Bukhori dan muslim)
9.      Pelan dan tidak tergesa-gesa dalam membaca Al-qura’an.
Dari abi wail dari abdulloh berkata: pada waktu pagi kami pergi kepada abdullah, dia berkata; seseorang telah berkarta: “aku telah membaca satu mufasshal (seperempat al-qur’an) tadi malam”, Abdullah berkata:secepat itukah seperti orang membaca syair?, sesungguhnya aku mendengar bacaan dan aku menghafal beberapa pasang ayat yangdibaca Rasulullahsaw. Yaitu sebanyk delapan belas dari mufasshal dan ada dua dari alif laam haa miim.” (riwayat bukhori)
10.  Memperhatikan bacaan (yang panjang dan yang pendek dipendekkan).
Dari Qatadah ra. Berkata ; aku bertanya kepada anas bin malik ra. Tentang bacaan rasulullahsaw. Anas menjawab: beliau memanjangkan yang panjang (mad).” Pada riwayat lain : anas membaca ‘bismillahirrahmaanirrahim’ dia memanjangkan ‘bismillaah’, dan memanjangkan ‘ar-rahmaan’ dan memanjangkan ‘ar-rahim’ dari umu salamah ra. Bahwa dia menggambarkan bacaan rasulullah saw. Seperti membaca sambil menafsirkan ; satu huruf, satu huruf.(riwayat abu daud, tirmizi, nasai’e. Tirmizi berkata: hadis ini hasan sahih)
11.  Berhenti untuk berdoa ketika membaca ayat rahmat dan ayat azab.
Dari huzalfah ra. Ia berkata; pada suatu malam aku salat bersama nabi muhamad saw., beliau membaca surat al baqarah kemudian An Nisaa’ kemudian ali’imron. Beliau membaca perlahan-lahan, apabila sampai pada ayat tsbih beliau bertasbih, dan apabila sampai pda ayat ermohonaan beliau memohon, dan apabila sampai pada ayat te’awudz (mohon perlindungan) beliau mohon perlindungan. (riwayat muslim)
12.  Menangis, sedih dan terharu ketika membaca al-qur’an.
Allah berfirman: (dan apbila mereka mendengar apa yang diturunkan kepada rasul(muhamad), kamu lihat mata merka mencucurkan air mata disebabkan (Al-qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata,”ya tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-qur’an dan kenabian muhamad saw.) (surah al maidah: ayat 83)
Alloh ta’ala berfirman: katakanlah ,”berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi alloh). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al qur’an dibacakan kepada merek mensyukur sambil bersujud), dan mereka berkata: maha suci tuhan kami , sesungguhnya janji tuhan kamipasti dipenuhi, dan mereka menyukuri sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk) ( surah Al Israa’: ayat 107-109)
13.  Sujud tilawah, bila bertemu ayat sajdah.
Disahkan dari umar ra. Bahwa ia membaca surat An Nahl diatas mimbar pada hari jumat sampai ketika membaca ayat sujud beliau turun dan bersujud, begitu jug orang-orang yang lain ikut sujud bersama beliau. Dan ketika datang jum’at berikutnya ia membaca surah berikutnya dan ketika sampai pada ayat sujud ia berkata,” wahai kalian manusia, sesungguhnya kita melalui ayat sujud barang siapa yang sujud, maka ia telah mendapat pahala, dan barang siapa yang tidak sujud, maka tidak dosa baginya.” Dan umar ra tidak sujud. (riwayat bukhori)
14.  Suara tidak terlalu keras dan tidak terlalu palan.
Allah berfirman: (....dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah diantara keduanya) (surah Al isra’: ayat 110)
Dari ‘qbah bin amir ra. Berkata: aku mendengar rosululloh saw bersabda” orang yang membac al-qur’an dengan suara keras separti orang yang bersedekah terng-terangan dan orang yang membaca Al-quran secara perlahan separti orang yang sedang bersedekah secara sembunyi- sembunyi. (riwayat abu daud dan tirmizi dan an nasai) tirmizi berkata: hadis ini hasan)
15.  Menghindari tawa, canda dan bicara saat membaca. Allah berfirman: dan apabila dibaca kan al-qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. (surat Al A’raaf ayat 204
16.  Apbila al-qur’an sudah dibacakan dengan dengan bacaan (qiraat) tertentu, maka etisnya supaya mengikuti bacaan tersebut selama masih dalam satu majlis.
17.  Memperbanyak membaca Al-qur’an dan menghatamkannya.
Dari abdullah bin Amr berkata: rosululloh saw. Bersabda, “bacalah al-qur’an dalam waktu stu bulan” aku menjawab “saya mampu” rosululloh saw bersabda”bacalah ia dalam waktu sepuluh hari “ aku menjawab “saya mampu” rosululloh saw bersabda lagi “ bacalah ia dalam waktu tujuh hari dan jangan lebih dari itu. ( riwayat bukhori dan muslim).


Daftar pustaka

Hadis riwayat.blogspot.com
Santrigaul.net